Rabu, 03 Februari 2016

NABI MUHAMMAD NABI TERAKHIR

Muhammad sulullah Saw Nabi Terakhir
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu." (Al-Ahzab: 40)
Lengkapnya hadits di atas sebagai berikut:
  1. Abhalah bin Ka'ab bin Ghauts Al Kadzdzab alias Al Aswadi Al Ansi.
    Pada masa Rasulullah SAW. Berasal dari Yaman dan dia berhasil dibunuh oleh istrinya sendiri yang bekerjasama dengan kaum muslimin.
  2. Thulaihah bin Khuwailid bin Naufal.
    Pada zaman Rasulullah SAW. Berasal dari Bani Asad. Dia bersama istrinya kabur ke Syam, hingga dia akhirnya kembali ke pangkuan Islam.
  3. Musailamah bin Tsumamah bin Habib Al Kadzdzab. Berasal dari Yamamah. (usia 150 tahun, mati tahun 12 H/633 M). Memiliki pasukan 40.000 orang. Mati dibunuh oleh Wahsyi (Musilamah bin Harb) dengan tombaknya pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
  4.  Sajah binti Al Harits bin Suwaid  bin Aqfan at-Tamimiyah dari Bani Yarbu (mati tahun 55 H/675 M). Seorang dukun wanita yang mengaku Nabi di zaman Abu Bakar ash-Shiddiq dan kemudian dinikahi oleh Musailamah al-Kadzdzab. Setelah Musailamah terbunuh, Sajah melarikan diri ke Irak kemudian masuk Islam dan mati dalam keadaan Islam.
  5. Al Mukhtar bin Abi Ubaid. (Thaif, 622-687 M/67 H), Berasal dari Thaif, pe-nganut Syiah yang mengaku Nabi dan mendapat wahyu.  Dia adalah saudara ipar Abdullah bin Umar bin Khattab. Mati dibunuh oleh Mush'ab bin Az-Zubair.
  6. Thulaihah al-Asadi (wafat tahun 21 H/642 M). Masuk Islam tahun 9 H, kemudian murtad dan mengaku Nabi di Nejd pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq. Setelah Abu Bakar ash-Shiddiq wafat, Thulaihah bertaubat (masuk Islam) kemudian mati syahid dalam penaklukkan Persia.
  7. Abdullah bin Muawiyah bin Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib. Sempalan Syiah yang meyakini reinkarnasi (kembali-nya ruh orang yang sudah mati) dari satu orang ke orang lain. Dia mengaku Tuhan dan Nabi sekaligus.
  8. Mirza Ali Mohammad. Pada abad 19. Pendiri agama Babisme. Dihukum mati oleh pemerintah Iran pada 1843.
  9. Mirza Husein Ali. Lahir 1862. Pendiri agama Bahaisme, penganut syiah. Mati pada tahun 1892. Dilanjutkan oleh anknya yang bernama Abbas Efendy yang bermarkas di Chicago, USA.
  10.  Mirza Ghulam Ahmad. (India 1835-1908) Berasal dari India. Mati terkena penyakit kolera. Pendiri agama Ahmadiyah, tapi kitabnya bukan Al Qur'an melainkan Tadzkirah.
  11. Rashad Khalifa. Dari Mesir 1835-1908. Mati dicincang oleh pengikutnya sendiri dengan pisau dapur.
  12.  Asy Syaikhah Manal Wahid Manna. Mulai melontarkan kesesatan sejak tahun 1995 Seorang wanita mengaku nabi. Dipenjara oleh pemerintahan Mesir.
  13. Tsurayya Manqus. Seorang wanita peneliti, cendekiawan dalam bidang sejarah dari Yaman. Mati dibunuh oleh pengikutnya sendiri dan disalib.
  14. Muhammad Abdur Razak Abul 'Ala. Dari sudan.  Pernah bekerja sebagai tukang jahit di Kairo.
  15.        Nabi Palsu di Indonesia:
  1. Ahmad Musaddeq atau H. Abdul Salam. (Lahir Jakarta, 1942), mengaku menjadi Nabi tanggal 23 Juli 2006. Pemimpin Al Qiyadah Al Islamiyah pada masa Presiden Susilo Bam-bang Yudhoyono dengan kitab suci Al Qur'an dengan pemahaman sendiri. Dia mengaku bertobat pada 9 November 2007.
  2.  Lia Aminuddin. Pendiri agama Salamullah. Dia telah mengaku mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril dan mengklaim dirinya nabi dan rasul serta Imam Mahdi. Dia divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.
  3.  Ahmad Mukti. Putra dari Lia Aminuddin yang dianggap sebagai Nabi Isa as.
  4. Ashriyanti Samuda. Yang lagi gencar saat ini, umur 30 tahun dan dia mengklaim dirinya sebagai nabi. Perempuan ini statusnya PNS namun dia mengaku Nabi, Nabi palsu dan diadili pada 15 Juni 2012 yang lalu.Sumber:
       https://www.facebook.com/Majid.Abana.Segaf/posts/341475459272806

Minggu, 24 Januari 2016

Pagi Hari Ramadhan

Pagi Hari Ramadhan I
Pagi ini hari ke-3 Ramadhan, cuaca mendung, hawa terasa dingin, mata kuyu. Rasa ngantuk bergelayut di mata. Suara burung berkicau di tepi bukit terdengar, bersahutan dengan burung peliharaan anakku, Daffa. Tiada angin yang berhembus. Aku menghilangkan rasa lelah dan penat dengan merapikan teras rumah dengan senang dan gembira, sambil menunggu bangunnya anakku, Amel, dan Daffa, dan istriku yang masih beristirahat dari sahurnya setelah salat subuh. Kumatikan televisi yang menayangkan berita tentang berdirinya Limbat selama 20 jam di atas menara, dalam rangka ulang tahun RCTI, lupa entah yang keberapa.
Tayangan Ramadhan di semua TV cukup semarak. Tapi sayang, gaun yang dipakai oleh para aktris, khususnya pembawa acara di HUT RCTI tidak menunjukkan nuansa Ramadhan. Mereka berpakaian ketat, baju sebatas bahu dengan belahan dada yang menantang. Tapi ucapan kalimat Thayibah masih dapat terucap dari mulut mereka, Rafi, Luna Maya, dan Olga, kecuali Ruben, dkk yang kristiani.
Pagi ini juga, dakwah dan ceramahnya Abu Bakar Baasyir, ketua Pondok Pesntren Ngruki, selalu di awasi oleh polisi. Abu Bakar Baasyir diawasi supaya ceramahnya tidak mengarah kepada hal-hal yang melahirkan radikalisme, dan terorisme. Dua hari yang lalu jamaah tabligh Filifina, yang khuruj ke masjid-masjid di Sulawesi dan Jawa tengah, dipulangkan ke negaranya.
Jamaah tabligh biasa hijrah, dan dakwah dari masjid ke masjid untuk mengimbau warga muslim agar melaksanakan shalat lima waktu, sedekah, puasa, dll., yang termasuk dalam rukun Islam. Dan bila mungkin mereka mengajaknya untuk masuk ke dalam jamaahnya, tanpa paksaan.
Kegiatan umat Islam di belahan bumi manapun selalu dicurigai. Karena yang melakukan bom bunuh diri di Kuta (Bali) sebanyak dua kali (bom Bali I dan II), Kedutaan Australia (Jakarta), Mariot, dan Ritz Calton, adalah beragama Islam yang ingin berjihad menyerang fasilitas Amerika dan sekutunya. Anehnya, mengapa harus di Indonesia? Karena keamanan Indonesia dipastikan sangat longgar, dan rentan terhadap keamanan.
Para ulama Indonesia menentang keras apa yang dilakukan oleh Ibrahim, dkk di Bali dan Jakarta. Menurut para ulama, perang hanya boleh dilakukan di medan tempur. Jihad dengan perang wajib hukumnya apabila mendapat serangan dari kaum kuffar. Namun saat berperang tidak boleh merusak fasilitas umum nonmiliter, seperti, gereja, hutan, jalan, rumah sakit, dll.
Gerakan bawah tanah yang menentang pemerintah sangat banyak. Salah satu organisasi yang mengatasnamakan NII  menyerukan jihad dan mengakkan syariat. Tapi sayang mereka tidak mengajarkan akhlakulkarimah, seperti berbuat baik antar sesama, dan orangtua. Para ulama Islam dianggap sesat dan kafir. Boleh korupsi untuk disedekahkan kepada amirnya. Boleh menentang dan merampas harta orangtua untuk disedekahkan kepada pimpinannya. Ayat-ayat jihad ditafsirkan menurut misinya saja, tidak boleh dikaji secara konperhensif. Pendapat para ulama dianggap salah. Merekapun kebanyakan membaca Quran hanya terjemahannya saja, arabnya tidak fasih.
Keberhasilan gerakan bawah tanah itu menggunakan sistem multilevel. Setiap anggota harus mampu merekrut 40 orang. Setelah kelipatan 40 orang direkrut, berhak naik jabatan menjadi RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, dan seterusnya. Inilah sebuah jabatan politik yang menjanjikan kepada para anggotanya. Selama memegang jabatan itu berhak menerima gaji bulanan dari amirnya.
Intinya lahirnya terorisme, dan gerakan bawah tanah yang bersifat subversif, karena politik dan ekonomi, serta lemahnya keimanan. Persaingan politik di antara para pencari jabatan dan kehormatan sosial bagi para politisi, dan sulitnya menciptakan dan mencari lapangan kerja, karena rendahnya keterampilan. Itu semua penyebab lahirnya kekerasan tanpa kompromi yang disebut terorisme. Maka pendidikan harus memiliki prospektif yang jelas, untuk mengarahkan mereka ke jalan yang benar, baik pekerjaan, akhlak, dan ajaran agama dalam rangka mempersempit penyimpangan sosial, kekerasan dan terorisme.

Depok, 24 Agustus 2009

Senin, 03 Agustus 2015

Opini dan Fakta

OPINI DAN FAKTA
A.    Opini
Opini adalah perkiraan, pikiran atau anggapan tentang suatu hal. Pendapat orang mengenai suatu hal berbeda-beda. Perbedaan pendapat bergantung pada sudut pandang dan latar belakang yang dimiliki. Pendapat dapat berupa saran, kritik, tanggapan, harapan, nasihat, atau ajakan.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian. Dengan kata lain opini adalah pendapat, idea tau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku di masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan misalnya menurut pembuktian melalui induksi.
            Opini juga bisa diartikan sebagai pendapat, perkiraan, pikiran atau tanggapan tentang suatu hal (seperti orang atau peristiwa). Opini atau pendapat adalah suatu keadaan yang belum pasti kebenarannya. Walaupun suatu kejadian yang diperhitungkan pasti terjadi, namun jika belum terjadi, kejadian tersebut dimasukkan sebagai opini. Oleh karena itu, opini bersifat subjektif.
1.      Ciri-ciri Opini
  1. Belum dapat, bahkan tidak dapat dibuktikan kebenarannya
  2. Tidak memiliki data yang akurat
  3. Tidak memiliki narasumber karena atas dasar pemikiran sendiri
  4. Bersifat subjektif
2.      Tujuan Menulis Opini
            Tujuan menulis opini yaitu untuk memberikan solusi yang jernih dan jelas atas sebuah persoalan bagi para pengambil keputusan. Opini dapat memengaruhi pihak-pihak yang berwenang, seperti pemerintahan dan lembaga-lembaga pemerintahan suatu Negara.
3.      Manfaat Menulis Opini

a.       Menjadikan sebuah tulisan itu menjadi lebih bermutu

b.      Terdapat pembetulan tentang suatu wacana

c.       Penulis lebih tertantang untuk membuat tulisan yang lebih baik lagi

d.      Lebih memahami suatu permasalahan/konflik

e.       Penulis bisa mengetahui kekurangan dari tulisannya

4.      Jenis-Jenis Opini
Opini terdiri dari 7 jenis:
§  Informatif
Sekadar member informasi, review atau mengumumkan fakta atau peristiwa tertentu
§  Interpretatif
Menjelaskan atau menunjukkan pentingnya peristiwa, situasi, atau ide tertentu
§  Merombak atau mereformasi
Mengkritik kondisi tertentu, kemudian menyarankan solusi atau perubahan. Atau yang sekadar memberi pesan reformasi tanpa harus menunjukkan suatu problem atau kondisi buruk tertentu
§  Kejadian-kejadian khusus
Ditulis untuk pemaknaan terhadap kejadian tertentu, misalnya hari kemerdekaan, hari besar keagamaan atau peristiwa signifikan lainnya
§  Memuji
Tulisan yang bersifat mengekspresikan apresiasi terhadap tindakan baik yang layak puji
§  Menghibur
Ditulis untuk menyenangkan pembaca
§  In remembrens (kenangan)
Ditulis untuk mengenang orang-orang tertentu
5.      Tahapan Menulis Opini
a.      Mencari permasalahan
Yang dimaksud dengan permasalahan di sini adalah hal yang akan kita bahas. Bisa melalui berita-berita di koran, bisa juga melalui peringatan-peringatan hari besar, maupun musibah ataupun kejadian-kejadian penting
b.      Menentukan sikap
Untuk mengemukakan pendapat berupa opini, tentulah kita harus menentukan terlebih dahulu sikap terhadap permasalahan yang ada. Kita mendengar berita mengenai deklarasi calon presiden A dan B, tentulah setelah itu kita harus menentukan sikap. Apakah kita pro terhadap deklarasi tersebut, atau kita kontra. Atau ada hal lain yang ingin kita sampaikan! Yang terpenting, tentukanlah sikap yang harus kita ambil.
Dalam sebuah permasalahan, tentulah banyak titik poin yang bisa kita bahas. Jika misalnya kita membahas mengenai pendidikan di Indonesia, kita bisa membahas mengenai pendidikan gratis, juga bisa mengenai kualitas guru, bisa membahas fasilitas pendidikan dan lain sebagainya. Titik permasalahan ini harus sesuai dengan permasalahan yang kita bahas dan sikap yang kita pegang.
c.       Mencari data
Setelah kita menentukan titik permasalahan yang akan kita bahas, kita tinggal mencari data-data yang sesuai dengan pembahasan kita. Data dapat kita peroleh dari manapun, media massa ataupun elektronik.
d.      Mengolah data
Tahap ini adalah tahap untuk mempelajari data-data yang kita peroleh dan kaitannya dengan permasalahan yang dibahas. Disinilah perlu latihan ekstra dan berulang-ulang agar kita dapat menafsirkan data yang diperoleh agar sesuai dengan fakta yang ada.
        Setelah mengolah data berikut permasalahannya, kita tinggal menuliskannya. Lalu kita baca artikel tersebut dan memilah kalimat yang bisa kita ambil untuk dijadikan opini.
6.      Contoh Opini
  1. Menurut Endro Suyitno, kerusakan jalan itu bukan hanya akibat kelebihan beban kendaraan yang melintas, tetapi juga ditengarai akibat penurunan permukaan jalan.
  2. Pembukaan kantor KPK di daerah akan memudahkan untuk memonitor pergerakan kasus korupsi.
  3. Menurut Prof. Dr. Furqon, Dekan FKIP UNS, pendidikan akan lebih maju apabila budaya membaca sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia.
B.     Fakta
Fakta adalah hal atau keadaan yang benar-benar ada atau terjadi. Setiap orang akan memiliki kesamaan dalam pengamatan fakta.
1.      Ciri-ciri Fakta
a.       Dapat di buktikan kebenarannya
b.      Memiliki data yang akurat, misalnya: tanggal, tempat dan waktu kejadian
c.       Memiliki narasumber yang dapat di percaya
d.      Bersifat Objektif, misalnya: apa, siapa, mengapa, di mana, kapan
e.       Sudah dipastikan kebenarannya
2.      Contoh Fakta
  1. Di Mega Kuningan Jakarta, tanggal 12 Juli 2009 kemarin terjadi ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.
  2. KPK sedang menyelidiki kasus alih fungsi hutan menjadi kawasan perkotaan dan pelabuhan di dua provinsi.
  3. KPK melakukan investigasii terhadap beberapa proyek pembangunan di Indonesia.
C.    Perbedaan Fakta dan Opini
No.
Fakta
Opini
1
Isi sesuai dengan kenyataan
Isi dapat sesuai atau tidak sesuai dengan kenyataan
2
Mengandung kebenaran sesuai dengan  kenyataan
Bisa benar atau salah bergantung pada data pendukungnya
3
Pengungkapan cenderung deskriftif dan apa adanya
Cenderung argumentatif dan persuasif
4
Menggunakan jenis penalaran induktif
Menggunakan jenis penalaran deduktif

D.    Kriteria Fakta dan Opini
Fakta adalah suatu (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan. Maksudnya, suatu dikatakan fakta apabila benar-benar ada atau benar terjadi. Sedangkan opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang tentang sesuatu.

1.      Fakta:

a.      Logis (masuk akal)
b.      Objektif (apa adanya)
c.       Faktual (berdasarkan kenyataan atau kebenarannya)

2.      Opini:

a.       Pendapat
b.      Pemikiran
c.       Asumsi (memperkirakan keberadaanya)
d.      Subjektif (menggunakan kata-kata seperti sebaiknya, mungkin, barangkali, menurut pendapat saya, dsb.

3.      Cara Membedakan fakta dan opini

Di era informasi ini kita di tuntut untuk dapat membedakan antara fakta dan opini (pendapat). Keterampilan diperlukan untuk menyaring semua informasi yang ada. Pendapat pribadi yang belum tentu benar tidak patut diikuti. Artinya, kamu harus selektif dalam menerima setiap informasi.
Fakta adalah peristiwa atau hal yang benar-benar terjadi dan dapat di buktikan kebenarannya.
Contoh:

Data UNAIDS 1998 (badan organisasi AIDS sedunia) mengungkapkan bahwa setiap tujuh menit ada lima remaja terjangkit HIV.
           Opini adalah pernyataan yang belum tentu kebenarannya atau berdasarkan pendapat pribadi seseorang atau cara pandang seseorang.
Contoh:

Menurut Seto Mulyadi, ketua komisi nasional perlindungan anak, kekerasan yang dilakukan anak terhadap teman atau keluarga kebanyakan dilakukan oleh anak-anak berinteligensi  tinggi.

4.      Jenis Fakta
Fakta dapat dipilah menjadi 3 jenis:
a.       Fakta pengamatan atau hasil riset (dikemukakan seseorang pada suatu peristiwa pengamatan)
b.      Fakta pendapat, dan
c.       Fakta peristiwa (kejadian nyata)

Opini adalah respons seseorang terhadap suatu fakta yang belum tentu keberadaanya. Opini     merupakan respons dari sudut pandang pribadi dan sikap seseorang. Pada laporan, opini berkaitan erat dengan respons atau tanggapan pribadi penulis laporan terhadap hasil yang dilaporkan.

Rabu, 08 April 2015

Pertempuran Koalisi Arab dan Houthi Merugikan Umat Islam

Pertempuran Houthi dan pasukan multinasional Arab (Syiah vs Sunni Wahabi), di Yaman menghancurkan umat Islam dan menguntungkan negara adidaya dengan menjual senjata yang ditukar dengan minyak dan dollar. Begitu pula antara ISIS, Irak, dan Syiria.
Bangsa Indonesia baik sipill, militer maupun kepolisian janganlah terseret konflik Timur Tengah, karena merugikan umat Islam dan dunia ketiga. Sebaliknya konflik itu menguntungkan negara besar yang punya senjata canggih. Mereka meraup minyak dan dolar dari kawasan konflik.
Sipil ditarik ISIS ke Timur Tengah, militer dan kepolisian berpotensi ditarik negara adidaya untuk memerangi ISIS, akhirnya tercebur konflik Tim-Teng. Sadarkah?
Konflik di Timur Tengah tidak jelas siapa yang dibela. Yang jelas konflik itu antar orang-orang yang berucap "Syahadat dan Allahu Akbar" saling membunuh. Wahai negara-negara Islam dan Timur tengah keluarlah kalian dari konflik tersebut, dan berdamailah. Allah murka kepada kalian karena kalian saling membunuh.

Kamis, 26 Maret 2015

Kamus Antonim Huruf "B"

B
Babar                                       ><  sedikit, berkurang
Membabar                   ><  menguncup, menguncup
Membabarkan             >< menggulung
Babat
Membabat                   >< menanam, memelihara, merawat
            Sebabat                       >< berbeda
Babe                                        >< nyak, mak, mami, ibu
Babil a                                     >< manut, patuh, menurut
            Berbabil                       >< berdamai
            Perbabilan n                 >< perdamaian
bablas Jw v                             ><1 stop, berhenti, terhenti; 2 ki ada, tampak, utuh 3 ki hidup
kebablasan n cak                   >< tertahan, terhenti 
babon n                                  >< 1 anak ayam; 2 jantan; 3 Filol naskah palsu 
babu n cak                              >< majikan 1 orang atau organisasi yg menyediakan pekerjaan
                                                      untuk rang lain berdasarkan ikatan kontrak; 2 orang yg menjadi
                                                      atasan (yang      kuasa memerintah bawahan)  
babur (Adjektiva)                 >< teratur, sudah diatur baik-baik, rapi, beres, baik, apik, tertib,
                                                      siap
                                                      sedia, siaga
bacek Jk a                               >< keras, kering
bacot Jak v                              >< anteng, diam, tenang
bacul a cak                              >< semangat (berkelahi, berlaga, dsb), berani
badan n                                  >< jiwa, roh 
badung Jak a                          >< baik, manut, menurut, patuh, saleh nakal; bandel
kebadungan n            >< kebaikan
bagai  n                                   >< beda, perbedaan
berbagai v                  ><1 kl mempunyai perbedaan, berbeda, berperbedaan 2 sejenis
berbagai-bagai v        >< sejenis
keberbagaian n          >< keadaan semacam, homogen; kecenderungan tetap
membagaikan Mk v   >< memuji, menyanjung, muemuliakan, mengagungkan,
                                                     menghormati 
memperbagai-
bagaikan v                 >< memuji, menyanjung, muemuliakan, mengagungkan,
                                         menghormati 
bagur a                                   >< kuntet, kecil, kurus
bagus a                                   >< jelek, buruk, butut 
membaguskan v         >< menjelekkan, membuat supaya jelek
terbagus a                   >< terjelek paling jelek, sangat jelek, terburuk, terbutut
bagusan a cak                         >< jelekan, lebih jelek, burukan, bututan 
memperbagus v         >< memperjelek, membuat supaya lebih jelek, memperburuk
kebagusan n               >< kejelekan, perihal jelek, keburukan 
bah (Nomina)                         >< Surut, kering
            bah betina                   >< bah jantan, banjir permulaan                   
            bah jantan                  >< bah betina, banjir berikutnya
bahagia  n                               >< 1. susah, menderita, sengsara,  nestapa 2. Rugi, nahas,  sial;
                                                      celaka; malang (terutama dihubungkan dng hari, bulan, dsb yg
                                                      dianggap kurang baik menurut perhitungan): 
            berbahagia a              >< dalam keadaan menderita, merasakan penderitaan
            membahagiakan v     >< menjadikan derita, membuat derita
            kebahagiaan n           >< kesusahan, kesengsaraan, penderitaan, kerugian, kenahasan
bahak, 
            terbahak-bahak adv  >< pelan dan lemah, pelan-pelan (tt tertawa)
1bahana n                               >< bunyi (suara) pelan, sayup-sayup, rendah, riuh-rendah
2bahana kl a                           >< 1  biasa; amat jelek (kecil dsb.) 2 gelap; kosong, hilang, nihil,
                                                                          tersembunyi, samar
1ba·ha·ri kl                             >< akan datang, nanati, masa depan, baru, anyar, sekarang, muda
2ba·ha·ri kl a                          >< jelek, buruk, jelek sekali, buruk sekali
3ba·ha·ri ark a                                    >< darat, daratan, mengenai daratan
            ke·ba·ha·ri·an n         >< segala sesuatu yg berhubungan dng darat. kedaratan
ba·he·nol /bahénol/ a cak       >< ceking, kurus, kurus kering, kerempeng, sangat kurus
ba·heu·la adv cak                   >< yang akan datang, sekarang, masa depan, modern, masa kini,
                                                      sekarang
ba·hi·mi·ah a                          >< manusiawi, kemanusiaan, berperikemanusiaan
ba·ha·ya n                              >< yg (mungkin) mendatangkan keselamatan, selamat , bahagia,
                                                     senang, gembira, untung
ber·ba·ha·ya v           >< (mungkin) mendatangkan keselamatan, kesembuhan,
                                                      beruntung,
             mem·ba·ha·ya·kan v  >< mendatangkan keselamatan (kpd):  menyelamatkan,
                                                      mengeembirakan, menyenangkan, menguntungkan
baik (Adjektiva)                    >< 1. jelek; berantakan, berserakan, cela; 2. nahas; rugi, merugi
                                                      nasib; 3. merugikan (tentang kedudukan dsb) 4. jahat (tentang
                                                      kelakuan,       budi pekerti, keturunan, dsb); curang, bohong
                                                      5. sakit; 6. Keburukan
bain ark a                               >< samar, tersembunyi, saru, kabur, agak gelap, gaib
bainah (Nomina) ark n          >< kosong, gaib, tersembnyi
baja
            membaja v                  >< melunak, meluluh, melembek
bajak
membajak v               >< mengamankan, menyerahkan
pembaak n                             >< pengaman, polisi, keamanan, satuan pengaman
bajul Jw n                               >< satuan pengaman, kepolisian, keamanan
bajik
kebajikan n                >< kejahatan, kemunkaran, kejelekan, kerugian
baka a                                     >< berubah, rusak, hancur, musnah, binasa, lenyap
bakar
mem·ba·kar v                        >< memadamkan, meredam, mematikan
bakda Ar p                             >< sebelum, qabla
            bakda magrib              >< sebelum magrib, qabla magrib
bakdahu Ar p                         >< sebelumnya, sebelum itu, qablahu            
bakh ark a                              >< rugi, sengsara, menderita, kesusahan, derita, susah
bakhil a                                  >< dermawan, pemurah hati; orang yang suka berderma (beramal,
                                                      bersedekah
1baki  Ar a                              >< berubah, rusak, hancur, musnah, binasa, lenyap
2baki  n                                   >< kekurangan (uang)
3baki  ark a                             >< subur, muda, masih muda, masih subur, dapat hamil lagi, dapat
                                                      beranak lagi
bakti n                                    >< menantang, murka, durhaka, menolak
berbakti  v                  >< menolak perintah
baku  n                                   >< mentah, asli, revisi
membakukan v                      >< mengubah, mengamandemen, merevisi, memperbaiki,
                                                     memperbarui
bala n                                      >< keselamatan, kemujuran, kebahagiaan, kesenangan,
                                                     kegembiraan,
                                                      kesejahteraan, keberuntungan, bernasib baik
balans n                                  >< berat sebelah, jomplang
balela /baléla/ v                       >< mematuhi, menuruti
balik  v                                    >< pergi, berangkat
balu n                                      >< janda
bandel a
membandel v              >< menurut, patuh, mematuhi
banding n
            sebanding                    >< berbeda, berat sebelah
bandit                                     >< aparat kemanan, satuan pengaman, kepolisian, polisi,
                                                      hansip, satpam
bandot                                   >< betina, hewan perempuan, hewan wadon
bangat                                    >< santai, lalai, berleha-leha, berlambat-lambat
bangga                                    >< gelisah, khawatir, sedih, kecewa, pilu, duka, sedih, susah hati
1bangkang                             
membangkang v          ><  menuruti, mematuhi, menaati
2bangkang                              ><  masih perawan
3bangkang ark                        >< sempit, kerap, rapat, dekat sekali, tertutup rapat
bangkar a                               >< lentur, elastis, empuk, lunak, liat, lemah, luwes
bangkit v                                ><  jatuh, tidur, rebah, roboh, tumbang, runtuh, duduk, gulung
                                                       tikar, bangkrut, merosot, kalah, turun derajat, berbaring,
                                                       terbaring, tidur, mandek
bangkot
bang·kot·an a             >< masih muda, masih kecil, belum sampai setengah umur, belum
       masak, mentah, pentil, belum tua
ba·ngor Sd a                          >< baik, menurut, mudah diatur
bang·krut v                            >< untung, bangkit, bangun, berdiri
bang·sa·wan n                       >< rakyat jelata, rakyat biasa, orang biasa
ba·ngun v                               >< jatuh, tidur, rebah, roboh, tumbang, runtuh, duduk, gulung
                                                       tikar, bangkrut, merosot, kalah, turun derajat, berbaring,
                                                       terbaring, tidur, mandek
banjir  v                                  >< surut,  kering, sedikit, susut
            membanjir                   >< menyurut, mongering, semakin sedikit, menyusut
bantah
membantah v             >< membenarkan, menerima
bantah-bantahan n    >< berdamai, akur, seya sekata, sepaham, sama paham, sejalan,
      sepandangan, sama pandangan
membantah janji       ><  menepati janji
bantu  v         
membantu                   >< membiarkan, menelantarkan
bantut                                     >< depan, kepala, sebab, permulaan, awal, kali pertama
banyak                                   >< sedikit, kurang, minus
banyol                                     >< serius, sungguh-sungguh
banyu                                     >< api
bapak                                     >< anak, ibu
            berbapak                      ><  yatim
bapet   Jk a                               ><  beruang, punya uang, berharga, baik, bagus
bara
            membara                      ><  tenang, mencair, aman, damai, lesu, putus asa
barangkali                              ><  pasti, tentu, jelas, terang, nyata, gamblang, tetap, tentu, mesti, harus                                        ><  makruh, haram
barat                                       ><  timur, wetan, betan
barbar  a                                ><  beradab, halus dan baik, lemah lembut, belas kasih, kasih
      sayang
barikade  n                       >< singkir
          pembarikade            >< penyingkir
          membarikade           >< menyingkirkan
bareng   adv cak                    ><  pisah, sendiri
            bareng-bareng             >< sendiri-sendiri, masing-masing, seorang-seorang
baring                                     >< bangun, berdiri, tegak
            berbaring v                  >< bangun, berdiri, tegak
            membaringkan             >< membangunkan mendirikan, menegakkan
baris n
            berbaris v                     >< berpencar, berantakan, kacau-balau, rusuh
baru  a                                    >< lama, usang, kedaluwarsa, kuno, sudah lewat, lampau, basi
                                                     melampaui batas waktu, kelewat, kelewat waktu, sudah berlalu
barusan                                  >< lama, sudah lama, dari tadi, sudah lewat waktu
bas n                                ><alto, keras
basa-basi n                             >< serius, sungguh-sungguh
basah  a                                  >< kering, asat
basi a                                                   ><sedap, baru, segar, modern, mutakhir, manjur (tt mantra)
basa-basi n                             >< serius, sungguhh-sungguh, gawat, genting
basmi v
            membasmi v               >< memelihara, menanam
basuh
            membasuh                  >< mengelap, mengeringkan, menyeka, menghapus, menggosok
bata
            terbata-bata               >< lancar, cepat, sempurna, baik sekali
batal a                                     >< berlaku, jadi, sah
            membatalkan v          >< memberlakukan, menyetujui, mengesahkan
batas                                       ><
membatasi v               >< mencampuri, menyatukan, mencampurkan, merapatkan,
                                                     menempelkan, merekatkan, melekatkan, melebihkan,
     membebaskan, memperluas, memperbanyak
            terbatas a                    >< banyak, besar, luas, leluasa, boleh lebih, terjangkau, bebas,
                                                      lepas
            keterbatasan n           >< keleluasaan, keluasan
batin n                                    >< lahir, nyata, tampak, terang, jelas, kentara, ada, benar-benar
     ada, berwujud
batil ark                                   >< benar, betul, baik, adil, dapat dipercaya, lurus, sah, berlaku, jadi
batu n
            membatu v                 >< mencair, menjadi cair, larut, luluh, baik kembali, pulih, 
                                                      berubah, memperoleh jalan keluar
baur v
            membaurkan v          >< memisahkan, menentukan, menceraikan, membelah-belah,
                                                      memilah-milah
            berbaur  v                  >< berpisah, bercerai
            membaur v                 >< memisahkan diri, mengasingkan diri, mengucilkan diri,
                                                      membatasi
bawa v                             >< lepas, dorong
          membawa             >< meninggalkan, membiarkan, melepas, mendorong,
                                               menyingkirkan, menjauhkan
bawah  n                                 ><  atas
            bawahan  n                >< atasan, pimpinan, ketua, kepala
bawel a                                   >< diam, pendiam, berdiam diri
bayang  n                                ><  nyata, jelas
bayangan n                >< asli, nyata, jelas
terbayang                   >< tercapai, terjangkau, terlaksana
bebal   a                                  >< mudah mengerti, cepat tanggap, tajam pikiran, pintar, cerdas,
                                                     cakap, cerdik, banyak akal, berakal, mahir
bebas a                                   >< terhalang, terganggu, terikat, terbatas, terhukum, terjajah,
                                                     tertahan, terhenti, tertutup, mendapat rintangan
bebenah Jk v                          >< mengacak-acak, mengubarak-abrik, membuat berantakan
beber  v                                   >< menutup, menggulung
beberapa  num                       >< kosong, nol, sangat banyak
becak  n                                  >< mulus, bersih, halus, lembut
bercak  n                                >< mulus, bersih, halus, lembut

becek a                                  >< kering, asat